Landasan Teori Daur Hidup Database

Daur Hidup Database (Database Lifecycle)

Menurut Connolly dan Begg (2005:283), sistem basis data adalah komponen penting dari suatu sistem informasi sebuah perusahaan atau organisasi yang besar. Aplikasi daur hidup basis data adalah pengumpulan pewarisan dengan daur hidup dari sistem informasi. Sebagai contoh, masalah yang dihadapi selama perancangan basis data mengharuskan penambahan koleksi dan analisis kebutuhan.

Untuk aplikasi basis data yang kecil, dengan jumlah pengguna yang sedikit tidak dibutuhkan daur hidup yang kompleks. Bagaimanapun, saat merancang aplikasi basis data menengah sampai yang besar dengan sepuluh sampai seribu pengguna, menggunakan ratusan dari query dan aplikasi program, daur hidup dapat menjadi kompleks sekali. Berikut ini adalah tahapan-tahapan dari aplikasi daur hidup basis data beserta aktivitas-aktivitas utama yang dilakukan oleh setiap tahapnya :

Gambar Tahap-tahap Daur Hidup Database
Gambar Tahap-tahap Daur Hidup Database

                                   Sumber : Connolly dan Begg (2005:284)

  1. Database Planning (Perencanaan Basis Data) : Merencanakan bagaimanan tahapan-tahapan daur hidup basis data dapat direalisasikan dengan efisien dan efektif
  2. System Definition (Definisi Sistem) : Menspesifikasikan jangkauan (ruang lingkup) dan batasan-batasan dari aplikasi basis data, pengguna basis data dan area-area aplikasi. Sedangkan, sistem merupakan bagian dari entity atau objek, real atau abstrak, yang setiap elemennya mempunyai hubungan satu dengan yang lainnya. Menurut sumber lain dikatakan pula bahwa sistem adalah sekelompok elemen atau bagian yang saling berinteraksi, terhubung atau saling bergantung yang secara bersamaan mempunyai fungsi untuk mencapai tujuan tertentu. Teori lebih lengkap tentang definisi sistem dapat dilihat di Landasan Teori Sistem
  3. Requirements Collection and Analysis (Pengumpulan Kebutuhan dan Analisis) : Suatu proses pengumpulan dan analisa informasi tentang bagian dari perusahaan yang akan didukung oleh aplikasi sistem basis data dan menggunakan informasi ini untuk mengidentifikasi kebutuhan sistem yang baru
  4. Database Design (Desai Database) : Suatu proses membuat suatu rancangan untuk basis data yang akan mendukung operasi dan objektifitas perusahaan. Perancangan basis data ini terdiri dari tiga tahapan (fase) yaitu : perancangan konseptual, perancangan logika, perancangan fisikal
  5. DBMS Selection (Pemilihan DBMS) : Merupakan pemilihan DBMS yang tepat untuk mendukung suatu aplikasi basis data
  6. Application Design (Desain Aplikasi) : Perancangan user interface dan program aplikasi yang menggunakan dan memproses basis data
  7. Prototyping (Bentuk Dasar) : Pembuatan suatu model kerja dari aplikasi basis data dengan tujuan memungkinkan pengguna menggunakan prototype tersebut untuk menentukan fitur-fitur dari sistem yang bekerja dengan baik
  8. Implementation (Implementasi) : Realisasi fisik dari perancangan basis data dan aplikasi. Membuat definisi basis data eksternal, konseptual, dan internal serta progaram-program aplikasi. Sedangkan menurut sumber lain menyebutkan implementasi adalah aplikasi dari suatu metodologi yang berisi suatu tujuan tertentu
  9. Data Conversion and Loading (Perubahan dan Pengambilan Data) : Pemindahan data yang ada ke dalam basis data baru dan merubah aplikasi yang ada untuk beroperasi pada basis data yang baru.
  10. Testing (Pengujian)
  11. Operational Maintenance (Perawatan Operasional) : Sistem memasuki langkah perawaan yang melibatkan aktivitas-aktivitas mengawasi kinerja sistem, mempertahankan dan meng-upgrade aplikasi basis data (ketika dibutuhkan)

Daftar Pustaka

  • Connolly, Thomas M., Carolyn E. Begg. 2005. Database Systems : A practical approach to design, implamentation, and management, fourth edition. USA : Pearson Education Limited

Post Author: Ratna Aprila

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *