Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Metode Analytical Hierarchy Proccess(AHP)

Contoh Kasus:
Perusahaan yang bergerak dalam bidang warung internet yaitu PT. Pika Media Komunika ingin melakukan proses penentuan lokasi pendirian warnet, dalam proses ini pihak perusahaan menetapkan 5 (lima) kriteria seperti terlihat dalam tabel 3, dengan syarat setiap lokasi harus memenuhi kriteria yang ditetapkan. Dari beberapa kriteria yang ditetapkan, perusahaan melakukan perbandingan antara kriteria yang satu dengan kriteria yang lainnya sesuai skala perbandingan. Setelah itu baru melakukan perbandingan terhadap masing-masing kriteria, dari hasil perbandingan kriteria dibuat matriks perbandingan kriteria untuk menghitung bobot prioritas, setelah itu dihitung konsistensinya, langkah selanjutnya dari hasil perbandingan lokasi terhadap masing-masing kriteria dibuat matriks perbandingan alternatif lokasi berdasarkan kriteria untuk menghitung bobot prioritas yang berfungsi untuk melihat lokasi mana yang paling berpeluang, setelah diketahui bobot prioritas kriteria dan bobot prioritas lokasi terhadap masing-masing kriteria baru dihitung bobot prioritas global, kriterianya sebagai berikut.

  1. Jarak dengan pondokan mahasiswa <100 m
  2. Jarak dengan sarana pendidikan <2 Km
  3. Jarak dengan BTS (Base Transciever Station, peralatan untuk menyediakan/memudahkan komunikasi tanpa kabel yang berfungsi untuk menerima dan memancarkan sinyal ) maksimal 12 Km
  4. Pesaing
    Jumlah warnet yang ada di sekitar lokasi (dalam jarak 250 m) maksimal ada 2 buah warnet.
  5. Luas bangunan
    Luas bangunan ( p & l ) minimal 6x8 m atau 48 m2. Minimal memuat 10 komputer.

Sumber:
Sri Winiarti 1), Ulfah Yuraida 2)
Program Studi Teknik Informatika
Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
Email : daffal02@yahoo.com